Decolonize Anarchism
28 Februari 2026
Kami menyampaikan solidaritas kepada rakyat Iran yang tertindas atas runtuhnya rezim Khamenei. Momen yang telah diperjuangkan selama hampir lima dekade oleh berbagai generasi akhirnya tiba.
Tidak ada kematian yang mudah atau akhir yang tenang yang bisa disebut sebagai keadilan atas kejahatan yang terjadi di bawah kekuasaannya. Banyak dari kami ingin melihatnya diadili. Keadilan adalah sesuatu yang seharusnya ditegakkan. Kematian yang mudah tidak menghapus puluhan tahun represi, eksekusi, penyiksaan, dan masa depan yang dirampas. Namun bahkan ketika para tiran lolos dari pertanggungjawaban, sejarah tidak akan membebaskan mereka. Rakyat akan tetap mengingatnya.
Momen ini adalah milik mereka yang melawan di jalanan, di pabrik, di ruang kelas, dan di penjara. Milik mereka yang dieksekusi, disiksa, dan dihilangkan. Milik para pekerja yang mogok, perempuan yang dibunuh karena melawan, serta kaum muda yang menghadapi peluru dengan tangan kosong. Ingatan mereka hidup dalam setiap retakan kekuasaan otoriter.
Kami menolak Republik Islam sebagai rezim otoriter, teokratis, dan fasis yang dibangun di atas represi, patriarki yang dilembagakan, serta apartheid gender. Sebuah sistem yang memadukan absolutisme keagamaan dengan ekonomi politik neoliberal, memusatkan kekayaan dan kekuasaan pada negara, militer, dan aparat keamanan yang tidak akuntabel, sambil mengeksploitasi tenaga kerja dan menindas secara brutal setiap bentuk pengorganisasian independen.
Kami juga menolak intervensi militer Amerika Serikat dan Israel sebagai bentuk agresi imperialis. Pembebasan tidak jatuh dari langit dalam bentuk bom. Ia tidak datang melalui serangan udara, sanksi, atau manuver geopolitik. Kekerasan negara, bahkan ketika diklaim menargetkan militer, tetap melahirkan bentuk-bentuk baru dominasi dan ketergantungan.
Kami menentang semua negara, semua imperium, dan semua sistem kekuasaan yang bersifat memaksa.
Kami menolak "Campisme" dalam sebagian kalangan kiri yang membenarkan otoritarianisme atas nama “anti-imperialisme”. Anti-imperialisme tanpa anti-otoritarianisme hanyalah retorika kosong. Mereka yang mereduksi perjuangan kami dengan menyebut kami agen Mossad atau boneka Amerika Serikat berusaha merampas otonomi dan agensi politik kami. Perlawanan kami bukanlah perpanjangan tangan kekuatan imperialis, melainkan perjuangan pembebasan kolektif dari bawah.
Kami juga menolak proyek restorasi monarki yang didorong oleh sebagian diaspora Iran. Pembebasan tidak bisa berarti mengganti satu tirani dengan tirani lainnya. Mereka yang mengibarkan bendera Israel sambil merayakan militerisme tidak mewakili kami. Sebuah rezim yang telah membawa kehancuran dan genosida bagi rakyat Palestina tidak bisa menjadi simbol kebebasan bagi rakyat Iran. Demikian pula, Amerika Serikat yang memenjarakan migran, menargetkan komunitas kulit berwarna, dan terus melancarkan perang tanpa akhir tidak dapat mengklaim diri sebagai penyelamat kami.
Solidaritas kami ditujukan kepada rakyat, dan hanya kepada rakyat. Kepada para pekerja yang mengorganisir diri dan membangun kekuatan dari bawah. Kepada perempuan dan komunitas queer yang melawan patriarki dan apartheid gender. Kepada komunitas etnis yang terpinggirkan yang menuntut otonomi dan penentuan nasib sendiri. Kepada kaum muda yang membangun jaringan solidaritas kolektif dan bantuan timbal balik.
Kami berdiri untuk harapan revolusioner. Untuk masa depan yang melampaui imperium, kediktatoran, dan monarki. Masa depan yang berakar pada otonomi, penentuan nasib sendiri, solidaritas, kekuasaan horizontal, dan emansipasi sosial.
Kami menyampaikan solidaritas kepada saudara-saudari kami di Suriah, Kurdistan, Balochistan, dan Afghanistan. Perjuangan kita saling terhubung. Batas-batas yang memisahkan kita adalah struktur yang sama yang menindas kita. Kini kita lebih dekat satu sama lain dari sebelumnya.
Perjuangan terus berlanjut, dan ia adalah milik rakyat!
Hidup rakyat revolusioner Iran!
Perempuan, Kehidupan, Kebebasan.
Decolonize Anarchism
Diterjemahkan dari: