Kamis, 23 April 2026

Pernyataan dari Kamerad Italia FAI – Federazione Anarchica Reggiana

Pernyataan tentang Represi terhadap Perbedaan Pendapat di Iran, Serta Kasus Soheil Arabi dan Afshin Heyratian


Dipublikasikan pada 19 April 2026 oleh Alleaa

Selama beberapa waktu terakhir, otoritas rezim Iran telah memenjarakan Soheil Arabi, seorang anarko-sindikalis dan aktivis politik, serta Afshin Heyratian, seorang seniman teater, aktivis anarkis, dan kolaborator sebuah LSM yang bergerak dalam perlindungan anak.

Informasi ini dilaporkan oleh kanal Telegram “Anarchist Front”, salah satu dari sedikit platform yang berupaya menyampaikan situasi serius di negara tersebut, dengan keluar dari dinamika kekuasaan antara AS, Iran, Israel, dan Hamas, serta dari pemberitaan berpihak yang tidak memberikan ruang memadai bagi perbedaan pendapat di dalam negeri. Kami termasuk di antara pihak pertama yang menentang perang NATO, propaganda perang Barat, serta persenjataan kembali Eropa. Namun, sikap ini tidak berarti bahwa rezim-rezim otoriter, totaliter, teokratis, atau yang bercita-cita menjadi demikian di luar apa yang disebut sebagai “Barat”, dapat dianggap sebagai alternatif bagi mereka yang ingin membangun dunia yang bebas dan setara.

Seperti yang dapat diperkirakan, rezim Iran memanfaatkan konflik yang sedang berlangsung untuk membungkam semua suara protes di dalam negeri, dengan menuduh orang-orang yang dianggap “tidak diinginkan” sebagai kolaborator musuh atau ancaman terhadap keamanan. Selain memenjarakan mereka, rezim juga menyita harta milik Soheil Arabi dan Afshin Heyratian. Tindakan ini merupakan cara yang digunakan kekuasaan untuk melumpuhkan para penentangnya, dengan menghancurkan setiap sumber daya kecil yang dapat menjadi harapan bagi masa depan individu tersebut.

Sayangnya, mereka hanyalah dua dari ratusan kasus penangkapan terhadap para kamerad kami. 

Polanya selalu sama: menggunakan dalih kolaborasi dengan Israel untuk membungkam perbedaan pendapat. Rezim bahkan sampai “mengungkit kembali” protes-protes lama dan mengaitkannya dengan musuh. Di sinilah tampak jelas wajah sejati kekuasaan, yang menemukan dalam konflik yang sedang berlangsung sebuah kesempatan untuk memperkuat diri sekaligus menyingkirkan siapa pun yang dianggap mengganggu, atau sekadar mereka yang menentang perang dan menyatakannya secara terbuka. Dengan dalih tersebut, bahkan tidak lagi diperlukan “pengadilan yang tampak adil”: cukup dengan mengatasnamakan keadaan darurat, maka reaksi dari para subjek kekuasaan pun akan segera menyusul.

Kami menyatakan solidaritas kepada para kamerad kami, serta kepada semua orang yang menjadi korban represi dari berbagai pemerintahan reaksioner. Di sinilah anarkisme internasionalis dapat memberikan jawaban atas persoalan yang sesungguhnya: bendera, pemerintahan, dan fundamentalisme agama tidak pernah berpihak pada mereka yang tertindas. Bagi kekuasaan, mereka hanya berfungsi sebagai bahan bakar perang, menjadi umpan meriam. Mereka dituntut untuk taat, setia pada agama, tetapi di atas segalanya harus melayani dalam diam. Menghentikan mesin ini memang sulit, tetapi bukan hal yang mustahil jika semakin banyak orang menyadari bahwa negara, dalam bentuk apa pun, bersama tentara dan perang-perangnya, tidak pernah menjadi solusi.


FAI – Federazione Anarchica Reggiana